RSS
Facebook
Twitter

Sunday, 11 June 2017

Angan Mudik

Diambil dalam perjalanan saya, perjalanan bukan saat mudik.

Saya orang Sumatera, enggak kenal istilah Mudik sebelum hegemoni media Jakarta merebak. Istilah Mudik biasa dipakai saat ini untuk menyebut tradisi orang-orang Indonesia menjelang lebaran: pulang kampung. Iya pulang kampung sekejap, berlebaran dengan sanak famili.

Sekarang, saya sudah kenal Mudik. Walaupun sudah kenal, di usia 20 sampai sekarang saya belum pernah menyertai mudik. Saya lahir di sini, keluarga saya semua di sini, datuk dan nenek dari sini, belah ayah atawa ibu, semua dari sini, pun saat ini saya masih belum seorang perantau, jadi semua masih di sini. Di sini, Medan maksudnya, lek!

Barangkali suatu saat nanti saya pasti mudik, kalau beristri bukan orang dari sini. Saya mau merasa ber-MPV-ria dengan perkakas lebaran, kalau mudik ke daerah yang bisa dijangkau dengan roda empat. Atau malah saya mudik antar pulau? Pasti dengan burung besi, huu kerja kejar target buat bisa beli tiket pesawat di hari raya yang aduhai mahalnya.

Karena saya suatu saat nanti mudik, kali saja tips-tips mudik nyaman dan aman yang biasa ramai diinformasikan di media menjelang lebaran, serta informasi pantauan arus lalu-lintas jadi bermanfaat buat saya. Intinya, perihal mudik yang selama ini dikabarkan tak pernah saya gubris, tapi kali ini malah jadi perhatian saya.

Itu semua mengangan saya soal mudik, karena nasib tak pernah mudik.
Kamu yang bermudik di lebaran kali ini, nikmatilah mudik mu, bertemu sapa dengan saudara di kampung halaman.



Selamat hari raya Idul Fitri 1438 H.
Salam Lebaran semua....


#WritingProject1 #RamadhanProduktif #NulisSemangat

0 comments:

Post a Comment