Belakangan aku keranjingan menung, mengingat. Berkisah yang sebenarnya tak cukup elok bagimu. Sekalipun itu, tetap dinikmati dan dirasa. Kadang bosan, mengulang hal yang sia-sia dan percuma. Tentu, ini semua untuk hal yang tiada arti. Tapi tetap dilakukan, untuk memawas diri dari sergapan taktik minda pandai mu.
Tak kunyana, benar ini kesalahan yang diperbuat. Kadang diri ini cukup-cukup sudah. Cukup, untuk tetap bertabah walau perih, tetap sabar walau pedih. Tapi apalah, yang dipohon pun tak cukup akalnya. Dasar arogan, biang dari penyakit hati.
Kepada titipan sajak ini, kembali padanya. Semuanya bergantung padanya. Aku bukan enggan menoleh secuil dari mu. Munafiknya namanya. Aku hendak berjarak pun susah. Sekali berjarak, ada mendekat. Sekali, mendekat. Bomb~ bisa sekali mengulang hal fatal itu dua tiga kali.
Pintalah nasib yang baik-baik saja lah. Toh, semua atas kehendak Illahi.
..........
Pukul sembilan setengah, kepada tarikh 30 hari bulan di pertengahan 2017.
Tak kunyana, benar ini kesalahan yang diperbuat. Kadang diri ini cukup-cukup sudah. Cukup, untuk tetap bertabah walau perih, tetap sabar walau pedih. Tapi apalah, yang dipohon pun tak cukup akalnya. Dasar arogan, biang dari penyakit hati.
Kepada titipan sajak ini, kembali padanya. Semuanya bergantung padanya. Aku bukan enggan menoleh secuil dari mu. Munafiknya namanya. Aku hendak berjarak pun susah. Sekali berjarak, ada mendekat. Sekali, mendekat. Bomb~ bisa sekali mengulang hal fatal itu dua tiga kali.
Pintalah nasib yang baik-baik saja lah. Toh, semua atas kehendak Illahi.
..........
Pukul sembilan setengah, kepada tarikh 30 hari bulan di pertengahan 2017.



0 comments:
Post a Comment